
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Bismillah. Alhamdulillah. Sungguh berbahagia sekali bisa bersilaturahim dengan ikhwah fillah di Bumi Kalimantan yang diberkahi Allah, insya Allah. Kebahagiaan yang bakal jadi kesan terindah dan kenangan mendalam agar Allah selalu membersamakan kita dalam jalinan ukhuwah di jalan-Nya.
Saya mohon maaf dan perkenan ridha-Nya dari antum sekalian atas keterlambatan jawaban ini. Namun tentunya semoga tidak mengurangi semangat ikhwah fillah untuk selalu berkarya dan berprestasi menjadi hero dan herawati sejati.
Apakah semua Muslim itu HERO?
Sebenarnya setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah sebagai muslim. Karena kelahiran adalah karunia dan perjuangan dari satu sperma yang mengalahkan 299.999.999.999 sperma yang lain, ini secara sunnatullah seudah menjadi sebuah kepahlawanan tersendiri yang patut disyukuri. Born to fight, born to be hero, born to be winner. Selamat buat kita yang lahir dan hidup sampai detik ini dan bersyukurlah atas karunia dahsyat dari yang Maha Dahsyat ini. Allahu Akbar.
Dus, bila seorang Muslim mampu mempertahankan keislamannya dan terus menjaga, merawat dan memanfaatkan fasilitas dari Allah itulah HERO. Yakni muslim yang berada di dalam hidayah jalan yang lurus, istiqomah menapaki jalan itu, bekerjasama dalam menempuhnya dan berakhir dengan kebaikan husnul khatimah. Sejatinya “bermodal” hero sebagai khairu ummat yang dikeluarkan untuk menyelamatkan manusia dengan dakwah dan menegakkan kalimat Allah hingga meraih izzah (kemenangan sejati, isy kariman) dan kematian mulia (mut syahiidan). Jadi hero modal hero itu bisa hilang kalau tidak mau bekerja, berjuang dan berdakwah. Hero bisa jadi zero kalau hidup hina dan mati sia-sia. HERO tidaknya seorang muslim dlihat pada akhirnya, innamal a’malu bilkhawaatimi. Sesungguhnya amal (sejati) seseorang dilihat pada akhirnya. Abu Bakar Ash-Shidiq menegaskan agar kalau kita hendak mencari qudwah pada seseorang lihatlah pada akhir hayatnya, husnul khatimah atau su’ul khatimah?
Urgensi Amar Ma’ruf Nahi Mungkar bagi manusia?
Pernah naik kapal? Nah pas naik kapalyang besar, di dalamnya ada tingkatan dek kapal, atas, tengah, bawah. Orang-orang di bawah kalau mau ambil air keperluan sehari-hari berhari-hari mesti ke atas. Meski susah harus menjalani. Namun ada satu orang malas lalu ambil jalan pintas. Nggak mau susah-susah ke atas ia lobangi aja di dekatnya biar dapat air dengan mudah dan praktis. Ini satu kemungkaran. Kalau dibiarkan atau bahkan yang lain ikut-ikutan, kapal akan bocor lebih besar dan tenggelam, semuanya. Bukan hanya pembocor kapal, pelaku kemungkaran. Inilah gambaran sederhana namun sangat jelas tentang pentingnya amar ma’ruf nahi mungkar. Karenanya kita bisa belajar mengapa ini sangat diperlukan.
1. Agar tidak memperluas fitnah, tidak menjadi wabah adzab dan menghindari bencana raksasa. (Al Anfaal: 25)
2. Fitrah kauniyah, yakni mengembalikan manusia pada fitrahnya, keasliannya, kemurniannya, keimanan dan keislamannya sebagaimana perjanjian abadi (Al Araf: 172) dan meluruskan orientasi hidup pada fitrah Allah (Ar Ruum: 30, 41-42)
3. Hayat basyariyah, kebutuhan kemanusiaan. Semua manusia butuh dakwah yang memandu manusia agar hidup tahu siapa tuhannya, bagaimana cara beribadah benar kepada-Nya, dan bagaimana hidup sesuai aturan yang benar.
4. Fadhilah yang agung, dengan dakwah banyak sekali kebaikan yang bisa diraih, kebenaran ditegakkan, keberkahanan didapatkan. Contoh begitu syariat ditegakkan banyak pintu rezeki terbuka lebar. Saat jilbab makin semarak, bisnis jilbab pun makin marak menjadi barokah rezeki. Sunnah aqiqah dijalankan, bisnis kambing jadi laris. Iya kan. Itu fadhilah dunia, fadhilah akhirat lebih banyak lagi.
Bekal menjadi HERO?
Kalau ini sudah ada di buku ZERO to HERO men. Modal kita sama. Cuma untuk menggunakan modal itu butuh visi, misi, persepsi, dan filosofi dengan proses menzerokan diri (Empat langkah) dulu baru melejitkan potensi menjadi pahlawan sejati.
Langkah pertama menjadi HERO?
Lakukan Mapping. Memetakan seluruh potensi, kekurangan, kesahajaan, peluang untuk ditemukan, didahsyatkan dan dimanfaatkan. Dengan data potensi yang dimiliki ini dipetakan lebih jauh dengan dirangkai dari satu jalan menuju jalan berikutnya, raih target antara untuk wujudkan target utama. Lihat hijrah Nabi dengan mengorganizir seluruh potensi untuk sebuah kerja besar.
• Tujuan : Pergi ke Madinah dan tiba di sana dengan selamat.
• Abu Bakar : sahabat karib yang jujur pendamping Rasul.
• Ali bin Abi Thalib: pemuda tangguh nan pemberani yang mempertaruhkan diri menggantikan Nabi di tempat tidurnya untuk mengecoh musuh
• Tempat aman sementara: gua Tsur
• Penyuplai logistik: Asma’ binti Abu Bakar, pemilik dua sabuk.
• Intel : Abdullah bin Abu Bakar yang menggembala kambing untuk mengendus musuh dan menghilangkan jejak.
• Security : Pemegang rahasia Rasul dan kaum muslimin Amir bin Fuhairah
• Penunjuk jalan : Abdullah bin Uraiqith
• Target: Waktu keluar dari gua Tsur : 3 hari.
Menjaga Keseimbangan SQ, EQ, IQ?
Sebenarnya konsep ESQ tak beda dengan tarbiyah, cuma dikemas dalam training multimedia. Tapi karena kemasan itulah orang menjadi mau dating training. Dalam tarbiyah sudah include semua cara mendahsyatkan diri.
• SQ ditingkatkan dengan tazkiyah (pembersihan hati). AFEKTIF. Prakteknya adalah dzikir, lewat acara-acara peningkatan ruhiyah seperti shalat malam, qiyamullail, shaum sunnah, muhasabah.
• EQ ditingkatkan dengan beraktifitas dan berinteraksi sehingga trampil dengan skill. PSIKOMOTORIK. Skill, yakni dengan beraktifitas lewat rohis, BEM, mapala, atau kegiatan apa saja yang meningkatkan kemampuan bergaul dan mendakwahkan Islam secara kreatif dan inovatif.
• IQ dikembangkan dengan banyak belajar dan membaca. KOGNITIF. Pikir, banyak membaca banyak tahu.
Kami mengembangkan model DPS (dzikir, pikir, skill) sebagai langkah praktis aplikatif mengembangkan diri.
Keseimbangan ini akan membuat hidup lebih baik. Nah tarbiyah jamaiyah maupun tarbiyah dzatiyah adalah sarana paling efektif untuk menyeimbangkan diri. Manfaat yang saya rasakan langsung adalah menghadirkan kebahagiaan apapun kondisi yang saya hadapi selalu big is powerful, medium is wonderful, small is beautiful.
Saya mengajak teman-teman, ikhwah fillah, untuk menuliskan ide, gagasan, isi hati karena dengan menuliskannya akan menjadi sebuah kekuatan dahsyat untuk mengubah diri menjadi pribadi luar biasa. Saya sangat merasakannya. Karena dengan menulis akan terlatih memilah dan memilih diksi yang tepat. Kebiasaan positif ini akan terus menginspirasimu, yakinlah.
Pelatihan ZERO to HERO banyak dilakukan untuk PEMUDA?
Pemuda adalah tokoh perubah diri dan masyarakat. Merekalah yang lebih mudah untuk diajak berubah, karena mereka beium banyak terkooptasi pemikirannya. Peluang untuk sukses terbuka bagi para pemuda. Mentraining yang lebih tua? Bisa tapi butuh energi lebih besar, kami juga biasa mengelola audiens yang tua-tua. Diantaranya:
• Jajaran Direksi PUSRI Palembang.
• Kepala-kepala dinas se-Kabupaten Kayu Agung, Sumsel.
• Dosen-dosen FMIPA jurusan FISIKA UGM
• Dosen-dosen dan para dekan di UNS Solo.
• Jajaran Direksi dan Karyawan RSU, RSUD, RSJD di Surakarta dan Sekitarnya.
• Training ibu-ibu GOW di Sragen
Harapan untuk pemuda Indonesia sangat besar.
Harapan untuk pemuda Indonesia sangat besar. Harapan adalah bagian dari rahmat Allah.Karena energi harapan itulah yang akan melahirkan kekuatan dahsyat untuk melangkah dan berubah. Karena kepada merekalah tulang penggung pergerakan dan perubahan ditumpukan. Masalah kepemudaan itulah yang memantik ide, memicu dan memacu diri saya mewujudkan setitik harapan dengan memberikan motivasi, untuk bangkit dan melejit. Untuk pemuda Indonesia:
• Tutup masa lalu sebagai arsip dan sejarah.
• Tatap masa depan sebagai harapan dan cita-cita besar.
• Titi hari ini dengan prestasi dan karya nyata.
Menulis bidang Motivasi?
Saya sejak SD sudah senang mengarang. Waktu SMP mulai bisa menuliskan ide-ide. SMA saya suka bikin proposal dan mengolah kata. Saat itu juga sebagai penjaga perpustakaan mushola mulai belajar dan membaca. Tapi rasa ingin tahu saya sangat besar misal tahu dan kalau mungkin baca apa yang dibaca pak Guru. Kebiasaan membaca dan menulis itu saya rawat sampai sekarang dan ada kebahagiaan tersendiri bila tulisan saya bisa menginspirasi diri dan orang lain untuk berprestasi lebih baik. Menulis sebagai dakwah yang mencerahkan dan menggerakkan itulah yang saya geluti ketika orang lain belum atau tidak terjun di dunia tersebut. Kalau pun sama-sama menulis dan trainer saya berupaya menemukan defferensiasi dan Blue Ocean Strategy, insya Allah.
Berangkat dari masalah saya mencoba merenungkan dan menemukan jalan atau solusi. Inilah yang menggugah saya untuk terus menulis. Semoga jadi warisan dan amal jariyah di sisi Allah. Menulis itulah bagian dari cara mewujudkan harapan, yakni dengan TEKAD:
• Tuliskan ”cita-cita” dan apa yang mau engkau kerjakan
• Kerjakan apa yang sudah ditulis
• Dokumentasikan apa yang sudah kau kerjakan. (misal bikin laporan atau press release)
Motivasi saya menulis bidang motivasi adalah orang yang membaca tulisan saya termotivasi untuk memotivasi dirinya dan memotivasi orang lain. Motivasi inilah yang sangat mahal. Karena tanpa motivasi tak ada bayi yang lahir, tak ada karya yang terukir. Coba misal seorang ibu yang ogah hamil, nggak punya motivasi akhirnya dia lakukan aborsi alias pembunuhan bayi sejak dini. Atau ibu yang enggan melahirkan nggak mau mengejan, sehingga bayi sulit lahir, iya ’kan. Motivasi inilah inspirasi dahsyat untuk berbuat. Untuk menemukan motivasi ”carilah manfaat sebanyak-banyaknya” atas apa yang akan, sedang, hendak, akan terus dilakukan. Semakin menemukan dan merasakan banyak manfaat, maka semakit motivasi yang didapat. Bagi yang mau menulis misalnya, temukan manfaat nulis. Menuangkan ide, memberi ilmu, berbagi, menjadi amal jariyah, memotivasi, memberi contoh kebaikan, mengarahkan, sebagai dakwah, sebagai lahan perjuangan, sebagai publikasi sikap, dan masih banyak lagi. Silakan diskusikan, berkumpul, masing-masing tulis manfaat menulis minimal 10 point. Kalau ada 10 orang kumpul akan dapatkan 100 manfaat dari menulis. Yakinlah, engkau bisa. Ok. Jangan Cuma dibaca, segera lakukan habis syuro atau yang lain, kalau nggak melakukan berarti nggak termotivasi.
Motivator utama adalah Rasulullah yang telah memberi teladan. Ibuku yang telah melahirkan dan mendidikku. Keluargaku tempatku memberi dan mendapatkan kebahagiaan, insya Allah.
Kesan saya di Samarinda luar biasa, dan saya harus banyak belajar dengan ikhwah fillah di Samarinda, yakni bagaimana berprestasi di tengah keterbatasan adalah sebuah kepahlawanan dalam bentuk lain. Saya melihat kesungguhan dan keseriusan ikhwah sungguh terkesan apalagi pelayanan teman-teman yang surprized. Semoga jadi amal jariyah full barokah. Mohon maaf jika tidak bisa berlama-lama di Samarinda dan balikpapan karena banyaknya amanah lain. Moga kesempatan lain bisa menjalin kerjasama yang lebih baik, dan yang jelas kami tunggu karya ”Menggugah” dari ikhwah fillah untuk ikut mewarnai peradaban.
Semoga Allah selalu menyatukan kita dalam dakwah, menegakkan syariat-Nya, dan menolong agama-Nya.
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Saudaramu, di bumi Allah
Solikhin A. Fillah (Solikhin Akhukum Fillah) alias
Solikhin Zero to Hero
www: zero-2hero.blogspot.com






0 komentar:
Posting Komentar